Sabtu, 29 Desember 2007

Sabtu pagi tanpa target...

Hari ini hari Sabtu. Hari tanpa jadwal dan tanpa target.
Tidak mudah bagi seorang seperti saya untuk hidup tanpa 'kekangan' jadwal dan target apa pun. Dari mulai melek mata, hidup saya sudah terbiasa diprogram dengan berbagai 'kewajiban'...atau kalau mau dilihat dari sisi indahnya...sebagai 'hak'.

Hari ini saya sedang tidak ingin melaksanakan hak atau kewajiban itu. Saya berjanji pada diri saya untuk menikmati kemalasan...semalas-malasnya. Saya hanya mau melakukan aktivitas yang saya sukai. Termasuk aktivitas membuka mata di pagi hari.

Betul...hari ini saya luar biasa 'nyleneh dari kebiasaan saya. Walaupun jam biologis saya sudah membangunkan saya jam 04.30 subuh...tapi bisa-bisanya saya tidur lagi dan baru melek jam 07.00...dan itu pun masih dilanjut lagi sampai hampir jam 08.00...

Udara yang sejuk dingin membuat mimpi saya bisa berlanjut berjilid-jilid...dan itu masih ditambah lagi dengan melamun enak di pagi hari...he he he...Hari ini hari kebebasan saya, karena pembantu mudik again...Males banget mikirinnya...jadi mending nggak usah dipikirin. Tadinya kepikiran mau bikin sarapan untuk suami...tapi tadi saya sudah bilang, saya lagi nggak pengen ngapa-ngapain...termasuk sarapan. Ini adalah warning bagi dia untuk tidak tanya-tanya lagi...Dengan pasrah dia turun, dan baca koran !

Saya melanjutkan mimpi satu episode lagi...

Begitulah...setelah puas bermimpi, saya turun dari ranjang...dan melihat sekeliling...Eyalah...ada tas yang mesti dirapikan. Ada gelas yang mesti dicuci. Ada tumpukan cucian yang mesti dicuci ulang karena salah rendam.

Hmm...tapi saya tidak tergesa. Sambil bersantai saya membereskan meja makan yang berantakan...(entah siapa yang terakhir makan malam di sini...???). Mencuci gelas dan piring bekas makan malam. Merendam cucian. Melongok ikan di kolam. Dan mondar mandir ke sana ke mari...

Akhirnya perut keroncongan juga. Ajudan suami yang merangkap supir dan OB diminta membelikan ketupat sayur Padang di Pasar Bintaro sektor dua. Dan sambil ngobrol, kami menyantap sarapan itu berdua saja. Si Cantik masih jadi sleeping beauty di kamarnya. Padahal jam sudah menunjukkan angka sembilan...hmmm...saya kadang kuatir dia akan dirubung laba-laba dan tau-tau jadi kepompong...tapi biarlah dia masih jetlag akibat terlalu banyak di depan komputer selama membuat tugas kuliah..he he..

Selesai sarapan...suami melanjutkan membaca koran...menonton tivi sekilas...dan telepon ke sana ke mari...seperti biasa. Saya kumat kreatifnya...langsung membuka komputer dan mulai posting segala macam.

Jam 12.00...beberapa postingan masuk ke Blog...

Mata sepet...belum mandi...he he he...Tapi hati puas sekali...Sekali-sekali hidup tanpa target, tanpa mandi...ternyata enak juga....

Ietje

Jumat, 28 Desember 2007

Sahabat seumur hidup...

Ietje & Lina di Delta Plaza Surabaya...2007


Ini adalah sahabat saya, Ellina. Dia adalah sahabat saya sejak di SD di Medan dulu. Kami pernah sebangku, dan ternyata itu menjadi bencana bagi seluruh kelas. Soalnya kami ngobrol melului. Bikin hitungan ngobrol. Bikin tugas ngobrol. Guru sampai heran dan kesal, kok kami nggak bisa diam sebentar saja. Ketika disetrap, disuruh berdiri di atas bangku, kami cuek saja...dan terus saja ngobrol. Dipindahkan...disetrap berdua di depan kelas, kami tetap masih ngobrol. Disuruh keluar kelas, kami masih ngobrol juga...nggak ada habis-habisnya...

Ketika SMP kami pisah sekolah...tapi tetap saja berangkat atau pulang sekolah saya menunggui dia di jalan...lalu kami ngobrol lagi. Yang heran, rumah kami bukannya tetanggaan, tapi jaraknya lumayan jauh juga. Saya harus naik sepeda ke rumahnya . Tapi tidak apa-apa, demi ketemu dia...dan ngobrol apa saja.

Saat SMA, kami satu sekolah lagi, tapi beda kelas. Itu tidak menjadi halangan bagi kami untuk tidak ngobrol forever. Yang mengherankan, kegiatan kami tidak ada yang sama. Saya aktif olahraga dan berenang, dia sukanya menyalin lagu dan menyanyi. Saya suka jalan-jalan naik sepeda kemana-mana, dia lebih suka duduk-duduk di teras rumah sambil membaca. Saya suka menjahit, dia suka memasak. Saya suka menulis, dia tidak. Saya rada-rada ganjen, dia sangat alim. Nah...kenapa kami bisa nyambung ?

Sambungan kami ini memang aneh. Cita-cita kami sangat berbeda. Dia pernah ingin jadi dokter seperti ayahnya, sedangkan saya tidak pernah ingin jadi dokter atau berdekatan dengan dokter (kecuali lagi sakit, dan terpaksa harus konsultasi). Saya ingin jadi geolog yang bekerja di lapangan, tapi dia malas kerja di lapangan (katanya panas !) . Akhirnya ketika memilih bidang kuliah pun kami sama kacaunya ! Kami pernah sama-sama daftar ke fakultas teknik (dengan harapan bisa kuliah bareng...satu kampus, satu jurusan), tapi sama-sama fail. Dia kemudian sempat masuk fakultas kedokteran, sebelum kemudian ikut tes lagi di ITB dan diterima. Saya sendiri sempat mengembara dulu kian kemari, dan akhirnya terdampar di Psikologi Unpad...hehehe...

Saat ini dia jauh di Surabaya sana. Saya tetap di Jakarta. Tapi kebiasaan ngobrol...masih berjalan terus. Dan kalau kami berdua sudah bertemu, maka seluruh dunia akan berhenti di sekitar kami...Hanya ada kami berdua...he he...

Sampai hari ini saya tidak pernah tahu, kenapa saya bisa bersahabat dengan Lina...yang notabene sangat berbeda dengan saya. Saya pun tidak habis pikir, apa saja sih yang kami obrolkan selama bertahun-tahun itu ?

Apa pun...dia adalah hadiah yang paling indah dalam kehidupan saya. Lina , barangkali memang dikirim Tuhan untuk melengkapi sisi lain kehidupan saya agar menjadi seimbang. Bayangkan, berapa tahun dia harus menyediakan telinganya untuk mendengarkan ocehan saya yang tidak pernah berhenti ini ?

Thanks God...sudah memberi saya seorang Lina...
Thanks Lin...sudah menjadi sahabat saya dalam kurun waktu yang sangat amat lama...

Love U...

Ietje (yang selalu kau panggil 'Mik')...

Senin, 24 Desember 2007

Forever Love...Sup Kacang Merah

Selasa, 25 Desember 2007

Horeeee....akhirnya aku berhasil membuat Blog baru "Lovelykitchen"...
Dan sepanjang dua hari ini aku berhasil posting beberapa tulisan mengenai masakan.

Salah satu yang berhasil aku posting adalah tentang makanan kesukaanku, yaitu Sup Kacang Merah. Hmmm...ini resep legendaris yang sudah aku olah sedemikian rupa. Seneng banget rasanya bisa mempublikasikan resep dalam bentuk tulisan yang romantis seperti ini. Ini adalah sisi lain dari kehidupanku yang selalu tampak serius, atau justru hura-hura banget seperti orang yang nggak pernah pakai pikiran..

Kalau ada yang mau disebut keajaiban bulan Desember...ya, inilah dia. Ajaib...karena akhirnya aku berhasil jatuh cinta lagi terhadap dapurku yang triple S itu...Sungguh Sangat Sempit...hehe. Dan kalau ada yang berhasil menaklukkan hatiku untuk kembali ke dapur, yaaa...itulah sahabatku Nef...Thanks a lot untuk dukungannya yang barangkali dia sendiri tidak merasa bahwa dialah yang mampu menggugah kemalasanku...

Oke deee...selamat menikmati hidangan dari My Lovely Kitchen yaaachhh...

Ietje

Sabtu, 15 Desember 2007

Resah Desember

Resah Desember

Duduk di sini...
Melihat rambutan tetangga bergelantungan melewati pagar
Ada rasa
Ingin meraihnya...
Tapi itu kan bukan milikku...

Duduk di sini...
Melihat ikan di kolam
Melompat kian kemari
Berusaha pindah tempat dengan usaha sendiri
Miris...

Duduk di sini...
Mendengar gerujukan air terjun kecil
Yang mengalir menyusuri bebatuan
Gemericik pelahan...

Duduk di sini...
Melihat burung berlompatan di dahan
Berkicau sejenak
Lalu membentangkan sayap
Kembali terbang
Melintas langit biru...

Duduk di sini...
Hening
Menunggumu
Menyapaku
Dalam diam...

Jakarta, 15 Desember 2007

Ietje