Sabtu, 26 April 2008

Satu hari di Masa Lalu


Dear Allz…

Met pagiiiii….met hari Minggu…Udah bangun semua ??? Kok sepi ? Kecapean acara kemaren yaaa…?? Hehehe…

Hmmm…mumpung hari Minggu nih…mumpung libur…dan cuaca sedang cerah ceria…saya mau berbagi pengalaman kemaren. Cerita sedikit saja…tentang perjalanan saya ke masa lalu…melalui perjalanan ke Kota Tua.

Hmm…kalau teman dan sahabat semua punya waktu…ayo deh sesekali jalan ke sana. Mumpung lokasi itu masih ada…

Selamat menikmati…selamat berleha-leha…

Salam hangat di hari ceria…

Ietje

Art-Living Sos 2008 (A-4.27.01

Start : 4/27/2008 6:13 AM

Finish : 4/27/2008 7:30 AM

SATU HARI DI MASA LALU…

Hmmm….masih cape niiiih. Masih pegel. Tapiiii…hati masih berbunga-bunga, setelah perjalanan yang luar biasa kemaren. Iya…hari Sabtu, 26 April 2008 kemaren adalah hari yang sungguh luar biasa…(hhmmm…sebetulnya sih setiap hari adalah hari luar biasa..., tapi ini ada sesuatu yang istimewa ). Hari yang sudah direncanakan untuk kumpul dan melakukan perjalanan ke masa lalu bersama beberapa teman dan sahabat. Dan Alhamdulillah…perjalanan itu lancar-lancar saja…dan lebih dari apa yang saya bayangkan semula.

Sebetulnya acara ini dimaksud untuk ‘mencambuki’ saya , yang punya janji kepada teman-teman untuk segera membukukan tulisan-tulisan saya. Beberapa sahabat sudah ‘pegel hati’ melihat saya yang kumat lemotnya dalam urusan penerbitan buku ini. “Apalagi sih yang ditunggu ?” begitu komentar sahabat-sahabat saya. Dari yang bertanya dengan nada lembut membujuk, sampai yang judesnya minta ampyuuunn.

Yeah…saya sendiri nggak tahu, apa yang ditunggu. Semua proses sudah pernah saya lakukan, untuk orang lain. Dari mulai mengumpulkan tulisan. Edit tulisan. Membuat desain. Membuat kata pengantar dan sekapur sirih. Menghubungi penerbit. Final editing di percetakan sampai jatuh terguling dari kursi saking semangatnya kerja ( dan becanda juga siiichhh…maklum kalau sudah setres kelakuan kan suka overdosis…hiks hiks..). Jadi so what gitu lhoooh ???

Nah, dalam rangka memenuhi janji itulah akhirnya seorang sahabat mengusulkan untuk berkumpul saja, di suatu tempat yang bisa menggugah semangat saya. Tempat yang dipilih adalah suatu monumen masa lalu ( ya..iyalah…kalau monumen itu mesti dari waktu lampau), yaitu Museum Mandiri di daerah Jakarta Kota.

Barangkali banyak teman dan sahabat yang belum tahu apa itu Museum Mandiri? Nah, sekalian saja niiiih…Itu adalah Museum perbankan, yang didirikan oleh Bank Mandiri dengan bank-bank yang merger di dalamnya, yaitu Bank Exim, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Gedung museum Mandiri itu sendiri adalah bekas gedung Bank Exim di daerah Jakarta Kota, persis berseberangan dengan Stasiun Jakarta Kota – atau lebih ngetop dengan sebutan Beos. Kawasan Museum Mandiri ini sekarang menjadi kawasan wisata kota tua. Jadi kalau ada yang pengen lihat-lihat dan pengen tahu sejarah kota Jakarta tempo doeloe, ya jalan-jalan aja deh ke sini….

Hmm…lanjut cerita !

Setelah berjanji sana-sini dengan beberapa teman, akhirnya yang ‘dong’ untuk ngumpul hanya beberapa orang. Maklum namanya orang Jakarta, pada saat-saat terakhir bisa saja ada halangan, ya ? Nggak apa-apa kok…Mereka sudah mengirimkan cambuk semangatnya ke saya. Sehingga saya pagi-pagi buta sudah melek, nggak bisa tidur lagi, karena sangat gembira dan tidak sabar untuk segera berangkat…(kayak anak kecil yang mau jalan-jalan lebaran, ya ? hihihi….).

Saya dan seorang sahabat sudah janjian di Blok M. Kami mengambil jalan praktis, naik bus Transjakarta – Busway dari Blok M ke Kota. Lumayan asyiklah…karena penumpang juga tidak banyak pada hari Sabtu pagi itu. Dengan ongkos Rp 3.500,- perorang, plus sebungkus pisang goreng dan gandasturi beberapa buah, kami pun memulai perjalanan pagi itu dengan gembira. Saya dan sahabat saya ini sama-sama noraknya. Kami belum pernah sama sekali ke Museum Mandiri. Jadi ini adalah perjalanan pertama, ke masa lalu dunia perbankan di Indonesia. Bagi saya, perjalanan ini pasti lebih punya makna, karena saya sudah bekerja di bank selama belasan tahun, dan selama ini hanya tahu kantor saya saja…he he he..

Jadilah…selama perjalanan itu kami ngobrol kian kemari. Tentang buku, tentang beberapa metoda pelatihan dan terapi yang baru ( gini deh kalau teman seperjalanan itu ada hubungannya dengan pengembangan manusia…teteeeep aja topiknya nggak geser-geser…hehe), tentang karier, tentang manusia…waaawww….seru aja deh. Sampai akhirnya kami tiba di halte terakhir busway, di depan Stasiun Kota. Dari situ , melalui jalan terowongan yang baru, kami langsung menuju ke Museum Mandiri.

Di depan pintu, kami disambut oleh seorang Satpam yang ramah sekali. Rupanya mereka melihat kami berdua seperti anak hilang di pasar malam. Celingak-celinguk seperti orang bingung. Dan dengan ramah pula Pak Satpam itu mempersilakan kami masuk ke dalam gedung, tanpa dipungut biaya. Alias gratis ! Waawww….luar biasa.

Ternyata di dalam Museum sedang ada acara World Book Day dan pameran pendidikan alam. Jadi sepanjang koridor di lobby, kami disuguhkan oleh berbagai pertunjukan dari gerai-gerai yang berpameran di situ. Selain pameran buku, juga ada pameran hasil kreativitas kelompok-kelompok pecinta anak, seperti Rumah Pelangi dari Jogya dan Sakola Alam. Waaah…jadi mata ini bisa belanja ke kiri ke kanan juga. Ide yang sangat bagus . Sehingga museum ini tidak hanya menjadi prasasti masa lalu, tapi sekaligus mengakomodasi aktivitas masyarakat yang masih berjalan pada masa ini.

Sekarang perjalanan ke masa lalu dimulai.

Saya dan sahabat-sahabat saya mulai celamitan. Lihat kiri lihat kanan. Dan semua sibuk menikmati hal-hal yang berkesan bagi kami masing-masing. Kami mulai menelusuri segala ruang yang ada di gedung tua yang dibangun pada jaman pemerintah Belanda dulu. Oya…Museum Bank Mandiri ini dulunya bernama Nederlandsch Indische Handelsbank. Asli masih bangunan buatan jaman tahun rikiplik. Bahkan banyak tulisan-tulisan tempo doeloe yang masih asli, semisal Twede verdieping, yang artinya tingkat kedua…hehe…
 
Banking hall yang kokoh dan gagah masih berdiri seperti aslinya. Beberapa perabotan yang dulu dipergunakan oleh Bank Exim juga masih ada. Bahkan ruang menuju tempat penyimpanan uang yang memiliki pintu seperti kerangkeng juga ada. Huuaaah…ada rasa kagum dan merinding juga, karena ini adalah sejarah perbankan Indonesia di masa lalu. Yang masih terpelihara dengan baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum maupun banker seperti saya…
 
Hal yang paling berkesan bagi saya, selain bangunan yang memang luar biasa ini adalah pernak-pernik perjalanan transaksi perbankan yang melalui proses metamorfosis begitu panjang. Dari jaman perbankan masih dianggap sebagai sebuah institusi sakral yang tertutup dan sarat dengan kemegahan masa lalu hingga perjalanannya memasuki dunia perbankan elektronik dan dapat diakses dari seluruh dunia. Saya terharu melihat mesin tik model jaman dahulu kala yang bersanding dengan komputer generasi awal yang sekarang juga sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik-pabriknya…hmmm…
 
Berjalan melalui lorong-lorong dan menelusuri ruang-ruang kerja, ruang rapat Direksi, gudang tempat penyimpanan, ruang tunggu di gang…kita seperti terlempar sejenak ke masa lalu. Membayangkan, di sini dulu  berseliweran para banker dan klerek bank dengan pakaian yang serba formal dan berwajah kaku. Yang hidupnya dari angka ke angka. Dari transaksi keuangan harian ke jurnal-jurnal laporan keuangan yang tebal dan luasnya selebar gambar peta dunia…
 
 
Saya kembali ke masa kini. Kepada kegembiraan hari ini. Apalagi kalau bukan acara foto-fotoan…heheeh…Dasar namanya orang-orang narsis. Di lorong-lorong…di ruang-ruang yang penuh sejarah…di tangga berlantai keramik tempo doeloe…kami mengambil beberapa sesi foto yang gayanya pasti berbeda dengan gaya orang bank tempoe doeloe..hehe…Ini siiiih…gaya turis asli. Apalagi kalau sudah jalan dengan teman yang memang urat malunya suka on-off…Yang jelas, pasti fotonya fenomenal sekali…
 
Oya…selain di Museum Mandiri…kami juga sempat jalan sedikit di sekitar kawasan wisata Kota Tua lainnya. Saya dan sahabat kembaran jiwa saya, si Nonce itu, juga sempat keliling-keliling berboncengan naik sepeda onthel yang kami sewa dari Mang Ojek sepeda ( yang terpaksa lari-larian menyusul kami yang hilir mudik di antara gedung-gedung tua di sana ). Menggoda pasangan yang sedang melakukan sesi foto untuk Pre-Wedding…hehe ( kok jahilnya nggak sembuh-sembuh siich ??)…dan membantu orang yang mau difoto tapi nggak ada yang bisa motretin.
 
Akhirnyaaaa…setelah pegel jalan ke sana ke mari, kami pun terdampar di ujung Kota Tua. Nongkrong di tempat makan legendaries di CafĂ© Batavia yang masih menyediakan makanan tempoe doeloe. Tapi kami siiih kembali ke menu anak kos saja…hahaha…dan saya hanya punya satu pilihan, yaitu kwetiaw goreng…(ini sih makanan pilihan pertama dan terakhir kalau saya makan di luar…hihihi…dasar anak Medan, ya?).
 
Jam 16.00…kami sudah ngantuuuuk dan lemes ! Setelah singgah sebentar ke Museum Fatahillah yang sudah ditutup untuk umum ( kami masuk dari pintu belakang…Cuma lihat-lihat halaman belakang saja), kami pun pulang. Masih tersiksa sebentar dan mandi keringat di antrean bus Transjakarta yang saat itu memang sedang banyak penumpangnya. Lalu setelahnya…kami hanya mampu terkantuk-kantuk duduk di dalam bus yang membelah Jakarta dengan segala kemacetannya di akhir pekan.
 
Saya turun di Dukuh Atas, Sudirman…lalu…melanjutkan perjalanan lagi dengan KRL AC menuju Bintaro…(beruntung juga masih ada keretaapi yang lewat..). Menuju ke rumah yang sudah menunggu dengan kehangatannya…
 
 
Huaaaahhhh….perjalanan yang melelahkan…tapi luar biasa berkesan. Semua pengalaman hari ini meresap pelan…melalui pori-pori yang tadi penuh keringat…melalui semua indra yang berfungsi hari ini…melalui sebuah tali persahabatan yang terikat lembut di dalam hati…

Satu halaman buku kehidupan saya terisi lagi. Dan barangkali bisa menjadi catatan di dalam buku yang akan segera terbit beberapa saat lagi…hmmm..

♥♥♥

Jakarta, 27 April 2008

Salam persahabatan di hari Minggu yang ceria…

Ietje S. Guntur

Special note : Thanks bangeeeet…buat sahabat-sahabat seperjalananku…Nonce tersayang ( hidup dengan kamu itu penuh warna bangeeett…), Tami, mas Adith, mas Tyo….(hehehe…baru tahu kalau kita ini setengah…hmmm)…Semoga perjalanan ini jadi catatan indah dalam hidup kita…

Senin, 21 April 2008

Nonton film The Tarix Jabrix

Senin. 21 April 2008

Dear Allz….

Udah, ya…cerita Kartininya. No commentlah…hehehe…

Mo cerita aja nih kegiatanku hari ini…yang asyiiiiik banget. Entah berkaitan dengan hari Kartini or tidak…tapi hari ini aku ngambil cuti…pengen istirahat, setelah berbulan-bulan mengalami ‘tekanan’ mental akibat disuruh ujian sertifikasi…hahaha…maklum emak-emak, disuruh ngapalin peraturan dan prosedur segitu panjang….hikksss…mana tahaaaaannnn….Belum apa-apa udah mules duluan…

Niat semula sih mau nyantai aja di rumah, sambil reparasi body yang udah pegel-pegel melulu. Dan hedonisme ala rumahan pun udah terlaksana sampai sekitar jam 09.30…nggak mandi…nggak sarapan…Cuma gular-gulir aja di tempat tidur sambil baca buku Habis Gelap Terbitlah Terang, tulisannya Armijn Pane – yang gaya bahasanya masih gaya bahasa Melayu kuno. Seru aja. Refreshing…

Eeeeh…tiba-tiba ada seorang sahabat bilang, dia mau ke Citos. Waaawww…Senin nih. Citos. Ada hubungannya nggak sama nomat ? Alias nonton hemat . Secepat kilat aku mandi….huuuhhhh…dingin banget lagi…soalnya mendungnya udah kayak mau hujan. Dan secepat kilat juga manggil taksi….untuk berangkat ke Citos…hehehe…

Jam 10.30 udah nyampe di Citos….eeeeh…Sahabatku lagi bersantap, baso yang hangat. Waaah…pas banget. Aku juga kan belum sempet sarapan tadi. Jadi ikutanlah nimbrung…makan kwetiaw goreng dulu…(busyeeettt…standar banget !!!).

Abis makan…sambil nurunin isi perut, ya ngobrol dulu…sambil ngopi-ngopi. Lumayan adalah beberapa seri cerita yang keluar…hehehe…(Nonce, Arif..Aan…jangan sirik !!!). Trus kepikiran…gimana kalo nonton aja. Waaah…tawaran yang mengasyikkan. Jadi deeeh…sama Sahabatku itu kami ke 21, dan ngantri. Bingung juga mau pilih film apa. Film yang satu, Sahabatku itu udah nonton. Film yang dua lagi gak jelas gitu. Apalagi yang film Pocong-pocongan…males banget. Biarpun bagus…iiiihhh…gak selera deh.

Jadi kita milih film yang aneh bin ajaib. Judulnya The Tarix Jabrix. Aku belum baca resensinya. Maklum…belum apa-apa udah males aja. Tapi kebetulan tadi pagi aku baca tabloid, dan aku lihat salah seorang pemainnya adalah pemusik (atau pe-ngeband) indie Changcuters dari Bandung. Selintas ada juga ceritanya, tapi ya gitu deeeh…Cuma bilang bahwa film ini seperti promosi juga buat band asal Bandung itu.

Aku sama Sahabatku itu ya asal masuk aja. Gak punya ekspektasi apa-apa. Yang penting nonton murah meriah. Limapuluh ribu berdua udah pake popcorn sama aqua…hehehe….

Tapiiii…apa yang terjadi ???

Dari mulai duduk dan menatap layar lebar, kami sudah mulai ketawa. Asli ketawa, karena penyajian filmnya emang lucu bangeeeet.

Akting kelima personil band Changcuters itu juga alamiah banget. Asli seperti anak Bandung yang tengil dan sok tahu…(hahaha…jadi inget temen-temen jaman kuliah dulu, ya tengil kayak gitu…). Termasuk tokoh utama Tria Changcut…yang tampangnya juga biasa-biasa saja…dan jauh dari ganteng ukuran standard sinetron.

Ceritanya, kelima anak muda itu ( di situ mereka adalah siswa SMA Jayagiri, Bandung) ingin menjadi anggota salah satu geng motor. Ini merupakan kebanggaan anak-anak muda Bandung. Dan ternyata dalam seleksinya mereka gagal total. Tria misalnya, yang memerankan tokoh Cacing, malah takut menjadi anggota geng motor itu karena salah satu syaratnya harus melawan orangtua. Cacing takut kualat seperti Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu…(dia membayangkan dirinya dikutuk jadi arca…hehehe).

Lalu setelah mereka semua gagal seleksi, Cacing mengusulkan agar mereka mendirikan geng motor sendiri. Dan terpilihlah nama Tarix Jabrix. Tarix atau tarik, dalam bahasa gaul Bandung adalah kencang. Jadi Tarix Jabrix itu mungkin si Jabrik ( rambut Cacing dimodel seperti jabrik berdiri gitu) yang kencang larinya.

Dalam perjalanannya Tarix Jabrix bertemu dengan geng motor lainnya, yang pada saat itu paling ngetop di Bandung, yaitu Smokers. Ketua gengnya Max, adalah kakak Calista, cewek cakep murid SMA Jayagiri. Satu sekolah dengan Cacing. Dan diam-diam ditaksir oleh Cacing.

Ada perbedaan prinsip dan penampilan antara geng Tarix Jabrix dan Smokers. Kalau Smokers adalah geng motor anak orang kaya dengan tampilan motor mewah seri terbaru, sedangkan geng Tarix hanya memiliki motor seadanya. Bahkan si kembar Ciko dan Coki hanya punya vespa butut tahun 1964. Sedangkan Mulder alias Mulya Drajat, tidak punya motor, dan terpaksa meminjam motor supir bokapnya tiap kali mau ngumpul. Sama mirisnya dengan Dadang, yang motornya butut abis, walaupun dia punya keahlian sebagai montir motor karena ayahnya adalah pemilik bengkel Sugema.

Selain penampilan yang sudah jauh berbeda, mereka juga memiliki prinsip yang berbeda juga. Kalau Smokers ( dan umumnya geng motor lainnya) cenderung melanggar aturan lalulintas dan sok jagoan, maka geng Tarix harus taat lalulintas (termasuk harus punya SIM) dan sopan kepada masyarakat. Ini diperlihatkan mereka ketika salah satu si kembar Ciko-Coki tidak punya SIM dan mereka bersama-sama menemani untuk mengurus ujian SIMnya ke kantor polisi ( dan saking gembiranya…mereka malah menggendong Pak Polisi beramai-ramai). Juga ketika ada seorang nenek yang menyeberang di zebra cross, mereka menunggu dengan sabar sampai Sang Nenek menyeberang…( tapi akhirnya Sang Nenek digendong supaya cepat sampai di tempat…hahaha…kebayang nggak nenek yang sudah sangat sepuh digotong oleh 5 pemuda yang tadinya naik motor ??).

Ada lagi adegan yang bikin sakit perut ketawa…ketika Cacing yang berhasil ‘merayu’ Calista untuk diantar pulang, dan di jalan mereka bertemu dengan seorang banci pengamen. Sang Banci yang centil menyanyi di tengah jalan dengan lagu plesetan yang emang lucu banget. Dan sialnya…ketika akan membayar pengamen itu, Cacing kehabisan uang di kantongnya. Sementara lampu stopan sudah menyala hijau, dan Cacing harus jalan. Tapi si Betty si banci tidak terima. Ia membajak motor seorang bapak yang sedang membonceng anaknya, lalu menguber Cacing dan Calista. Bayangkan….banci se Bandung yang menjadi teman Betty ikutan memburu Cacing-Calista.

Mau tau lanjutan ceritanya ?????

Yaccch…nonton ajalah filmnya. Pasti lebih seru. Bukannya mau promosi, tapi ini memang film yang apa adanya. Sederhana. Mudah dicerna. Tapi di dalamnya banyak pesan moral yang dibawa. Di antaranya adalah geng motor, walaupun sudah sampai taraf meresahkan masyarakat ( geng motor Bandung selama beberapa tahun terakhir sudah menjadi geng kriminal yang mampu bertindak sadis tanpa alasan yang jelas)…tapi di dalam film ini adalah geng yang anti narkoba ( great…ini pesan moral yang bagus).

Selain itu ada pesan tentang kesetiakawanan. Sportivitas. Keberuntungan yang tidak diduga ( ketika Cacing balapan motor dengan Valdin untuk memperebutkan Calista, dan tenyata Valdin bisa kalah…gara-gara…hhmmm…gak usah disebut…ntar gak penasaran). Dan terakhir ada pesan motivasi yang dalam sekali yaitu : dari zero ke hero !

Oya…film ini selain dibintangi oleh bintang-bintang yang nggak ganteng (seperti Tria cs) juga ada bintang ganteng dan bintang cantiknya, yaitu Carissa Putri dan Francine. Jadi seimbanglah…Suasana kota Bandung yang asli semrawut juga digambarkan dengan manis. Pokoknya sudut pengambilan oke…nggak berlebihan…juga tokoh tambahan yang jadi pemanis seperti cewek gendut yang centil, Banci dan teman-temannya tampil dalam porsi yang seimbang.

Wwoooiiiii…..udah dulu, yaaa….Mau mengingat-ingat lagi adegan lucunya…dan adegan yang bikin jantung berdebar-debar…juga adegan yang bikin airmata menetes pelan…wuuuaaaaaaahhhhh….Mo nonton sekali lagi aacccchhh….biar mantab !!!

Salam hangat,

Ietje

NB : Thanks ya, Dith…udah puas ketawa tadi…nih perut masih mules gara-gara ketawa melulu…

Minggu, 20 April 2008

One perfect day...














Date:

Dear Sahabat....


Pernahkah kalian memiliki sebuah hari yang begitu sempurna...dari pagi sampai malam hari. Nyaris tanpa cacad cela ? Hari Sabtu, tanggal 19 April 2008 adalah hari sempurnaku....

Aku nggak tahan untuk tidak berbagi. Ini adalah bagian dari ceritaku kepada seorang sahabat karibku...Sahabat yang dalam diamnya selalu menemani aku. Dengan dia, aku bisa berbagi banyak cerita...Hari ini aku ingin membagikan ceritaku, ke dia dan kepada semua sahabatku...

Ini adalah bagian dari kebahagiaan hari sempurnaku....
Terima kasih atas kasih sayang semua sahabat-sahabatku...sehingga aku dapat menikmati sepanjang hariku kemaren ini...


Salam sayang,


Ietje

---------------------------------------------------------------------------------


Sun, 20 Apr 2008 02:30:08 +0100 (BST)

From:

"Ietje Guntur" View Contact Details  View Contact Details

Subject:

RE: ..where are U ?

To:

Sahabat

CC:

"'Ietje Guntur'"


Alhamdulillaaaaaaahhhhh....akhirnya ujian itu selesai sudaaaah !!!

Waaah...seru deh kemaren itu .Aku berangkat pagiiiiii banget dari rumah berdua sama temenku, pake mobil kantor...(secara ini kan tugas negara...wakakakaka)...Jam 07.30 dah nyampe Kemayoran. Untung aja dianterin...wong aku itu buta banget sama daerah situ. Itu pun masih muter-muter nyari pintu masuk dulu, karena banyak pintu yang ditutup. Akhirnya nemu deh...pintu ke arah Hall B. Aku kan udah lamaaaa banget gak ke PRJ...jadi lupa semua...hahaha

Nah, nyampe di situ, kami langsung diabsen. Bukan pake fingerscan...tapi pake nadi...di punggung tangan. Jam 08.00 beres semua. Temen-temenku heboh baca buku...aku udah gak mau liat-liat lagi. Pasrah ajalah. Jadi aku dengerin radio aja...lagu-lagu yang asyik punya. Trus foto-fotoan...kayak seleb...hihihi... Orang-orang pada nanyain, apa aku udah siap. Ya, aku jawab ajalah : SUDAH !! Kalo belum siap, ya mendingan tidur aja di rumah...hehe...

Singkat cerita...ujian pun dimulai di hall yang biasanya dipake untuk pameran. Waaah...bener-bener kayak UMPTN...pengawasnya banyaaaak banget. Dan botak-botak !!! ( apa hubungannya yaaaa ??? hihihi...). Tapi gitu deeeh... pengawas botak itu pake vest kayak petugas LL-PJR...yang lagi benerin jalan tol. Mondar-mandir kayak orang mau nanam jagung...Mengganggu juga sih. Soalnya mereka gak kasih contekan...cuma lihat-lihat aja...(sambil mereka juga gak tau apa yang lagi dikerjakan peserta). Dan gangguan itu bukan cuma dari petugas, yang tugasnya emang buat bertugas...tapi juga dari suara-suara yang dibikin horor kayak film setan. Iiiih...emang kita takut ? Ternyata itu salah satu trik untuk membuyarkan konsentrasi...

Jam 10.50 aku udah kelar....(plok...plok...plokkkkkk...). Dan duduk manis saja di situ. Udah kebelet pipis sebetulnya, karena ruangan dingiiiin banget. Tapi gak boleh kemana-mana. Yawda...aku duduk aja sambil goyang-goyang di bangkuku...(dalam hati nyanyi lagu rock...biar seru...). Yang ngawas udah setres ngeliat aku goyang-goyang mulu...takut kalo aku jatuh dari bangku kaleee... hehe....

Jam 11.15...ujian selesai...dan peserta boleh bubar...( ya iyalah...kalo nginep di situ kan nyusahin panitia...ntar makannya gimana ? kan ujian gitu bikin laper). Peserta yang tadi belum sempet discanning nadinya mesti discanning lagi. Jadi antri lagiiii...waaah...untung aku datang pagian...jadi selamatlah dari kekisruhan antrean (mirip antri kompor gas gratis...padat merayap)... yang membuat otak semakin panas.

Pulang dari ujian aku langsung ke klinik terapi. Udah 2 hari gak terapi, jadi otot leher sama pundak sakit lagi. Aku didrop aja di situ, karena temenku mau langsung pulang. Hmmm...tapi lapeeeerrr !!! Di klinik itu ada kafenya di depan, yang jualan makanan enak-enak...(dan lumayan murah). Jadi aku makan bubur ayam dulu...hahahaha....nabsu abiiiiisss...Bubur ayam semangkok langsung licin tandas...plus segelas chinese tea...Sedaaaap !!! Otakku langsung adem.

Gitu deeeh...satu jam aku terapi. Trus bengong, mau ke mana. Baru inget...ada seminar dengan Kang Asep Hairul Gani...di Blok M Plaza. Itu udah jam 14.30. Aku langsung ke sana aja...naik bajaj...waaaahhh...asyik!! Udah lama gak naik bajaj...jadi enak juga ngadem-ngadem kena angin sambil budeg karena suara bajajnya berisik banget...( kalo gak berisik namanya sepeda, yaaa ???). Aku milih naik bajaj karena jarak klinik sama Blok M Plaza itu gak jauh banget. Tapi mau jalan kaki...ya, males...hehe...

Waaah...seneng ketemu sama temen-temen dari Komunitas NLP ( ini turunannya Komunitas Trainersclub...yang bukan trainer semua). Biasalah...temu kangen...ngobrol sana sini...Sambil aku juga kasih masukan ke temen-temen untuk menghancurkan mental block dan mengembangkan potensi diri. How to develop ourself gitu deh bahasa Sundanya...hehehe...

Kelar ngobrol dan bincang-bincang sama Kang Asep, kami bubar. Masih jam 17.00...waaahhh...nanggung kalo pulang. Suamiku lagi ada kerjaan. Anakku juga masih ada acara. Jadi akupun luntang-lantung sendirian di Blok M Plaza. Tahu dong kerjaan perempuan kalo lagi sendirian ??? Aku benerin kacamata ( sambil pesen juga...bayar bulan depan). Kacamataku udah 3 tahun gak diganti... hahaha...Males aja. Sampe lensanya udah baret-baret gak karuan. Abis itu nyari sepatu buat jalan (alesan...!!!). Abis itu...beli kaos...(buat jalan juga). Abis itu...ke salon...hihihi...Ini sih gara-gara promosi si Perdanawan Pane ( barangkali pernah baca namanya di milis ??). Dia kan jadi Manajer Salon Rudy Hadisuwarno. Jadi aku coba deeeh...krembath...Hiyaaah....murah meriah. Cuma 10 ribu...udah dipijet sampe merem melek...

Semua urusan duniawi udah kelar. Dan aku udah kelenger total. Jam 19.30 aku pulang...pake taksi aja. Oya...aku sempat beli jus juga...buat minum di jalan...Trus gitu deeeh...sepanjang jalan ngobrol ama supir taksinya...tentang kehidupan...Waaawwww....ini pembelajaran sepanjang jalan....

Sampe di rumah aku mandi...trus SMS-an dan teleponan sama Nonce, sahabat kembarku itu...Gila...ngobrol di telepon hampir 30 menit...untung pake simpati pede...jadi agak irit jugalah...hehehe...Abis itu tidur...Hmmm...malem bangun, trus makan. Abis makan sholat...abis sholat .....adegan ranjang lagi...alias tidur lelap tanpa mimpi...heehhehe....

Bener-bener kemaren itu perfect day...Aku sampe sujud-sujud syukur... Aku sampe gak tau lagi mo minta apa sama Allah...Semua lancar. Semua penuh keceriaan. Semua berlimpah kasih sayang....Walaupun ada pasir kecil yang mengganggu pikiranku...tapi yawda...buat apa dipikirin...udah lewat inilah. Perasaanku yang berlimpah...itu yang sangat luar biasa...Aku jadi bisa mendoakan semua teman dan sahabat-sahabatku ...agar dilimpahi dengan kebahagiaan dan kasih sayang juga...

Gitu deeeeh...cerita sehari...yang pasti selalu heboh...(hehehe...kalo adem ayem...kayaknya bukan aku, ya ...wakakakaka...).

Oke ya...Met hari Minggu...Met hari libur...Aku mo break dulu... eeeh...maksudnya breakfast...with tempe goreng.....asyeeeeekkk...

Salam hangat di hari Minggu...(tapi belum mandiiiii...qiqiqiqiq....)

Ietje



Rabu, 02 April 2008

Di Muara Angke...


Ini adalah fotoku di Muara Angke...Di kawasan Suaka Margasatwa. Mungkin tak banyak orang yang tahu, bahwa di dalam pemukiman perumahan mewah Pantai Indah Kapuk, terselip sebuah oasis kehidupan bagi burung-burung liar.

Suaka Margasatwa Muara Angke ini mungkin merupakan pertahanan terakhir kawasan bakau di pesisir pantai utara Jakarta. Di kawasan inilah bermuara seluruh sungai yang mengalir di Jakarta.

Aku sih suka pantai...Tapi kalau melihat pantai utara Jakarta ini jadi pengen nangis rasanya. Isinya lautan sampah...

Gimana coba Jakarta nggak banjir melulu, kalau lobang pengeluarannya di muara sana sempit banget. Kayak orang upilan gitu....tersumbat mlulu....

Mumpung kawasan ini masih ada...mumpung di tempat ini diberi fasilitas untuk jalan-jalan di atas rawa, aku jadi pengen nampang deh di sini. Biasa...kalau lagi kumat narsisnya...di mana pun pasti bergaya...

Mana tahu nanti kalau kawasan ini sudah tertutup oleh bangunan megah seperti di sekitarnya....jadi aku punya kenang-kenangan indah di sini....

Cheeeerrrrrsss....

Ietje

Selasa, 01 April 2008

Cerita tentang Ilmu VS Uang....dari Profec

Hari ini aku tergelitik baca sebuah email...dari seorang teman di Milis Profec...tentang Ilmu dan Uang....hehehe...bisa banget tuuuh manas-manasin...Jadinya, ya aku jawab ajalah....sesuai dengan daya tangkapku....

Inilah dia posting tentang Ilmu Vs Uang itu...Mana tau khan ada gunanya...

Cheerss...

Ietje



From: IETJE SRI UMIYATI GUNTUR
Sent: Wednesday, April 02, 2008 9:42 AM
To: TheProfec@yahoogroups.com
Subject: RE: [PROFEC] Ilmu VS Uang

Hehehe…asyiiiik niiiih….

Buat saya, uang perlu buat beli kolam sama anak ikan (nener) sama makanan buat ikannya….Trus anak ikannya dipelihara…jadi ikan besar…Abis itu ikannya dipancing...dijual ke pasar...dapat uang ! Buat beli nener lagi…gitu terus…

Beli kolam, kalau nggak pakai ilmu…nanti salah ukuran atau salah kolam (yang dibeli malah kolam renang). Beli nener kalau nggak pakai ilmu, nanti dibohongi sama tukang jual ikan, malah dikasih nener ikan hiu. Beli pancing juga, kalau nggak biasa mancing nanti dikasih joran sama mata pancing yang beda ukuran. Memelihara ikan juga kalau nggak pake ilmu dan makanan / pellet yang dibeli , ya ntar ikannya mati juga…

Ada ilmu dalam uang...Ada uang dalam ilmu...

Kita lahir juga kalau di Jakarta mesti pakai uang...Bidan kan nggak bisa dibayar pakai dongeng...apalagi dokter !

Wuuussshhhhhh.....

Ietje


From: TheProfec@yahoogroups.com [mailto:TheProfec@yahoogroups.com] On Behalf Of Akmal Amir
Sent: Wednesday, April 02, 2008 9:58 AM
To: TheProfec@yahoogroups.com
Subject: Re: [PROFEC] Ilmu VS Uang

Menurut saya sih

*Jika uang yang diterima dihabiskan untuk menimba ilmu, maka ilmunya bisa jadi banyak

*Jika uang yang diterima dibelikan untuk pancing, maka dapat mancing ikan

Kesimpulannya, segalanya memang tergantung pada kita.

salam.....

----- Original Message -----

Sent: Wednesday, April 02, 2008 12:18 AM

Subject: [PROFEC] Ilmu VS Uang

Menurut anda Ilmu bila ditandingkan head to head dengan Uang
mana yang lebih unggul?

Menurut saya sih

* Memberi Uang bisa habis, sedangkan Ilmu tidak akan hilang
* Memberi Uang adalah seperti hanya memberikan ikan, memberi Ilmu sama dengan memberikan pancing.
* Memberi banyak Ilmu bisa dibuat mendapatkan Uang sebanyak-banyaknya, memberi banyak uang membuat orang Malas mendapatkan Ilmu sebanyak-banyaknya
* Uang tidak akan dibawa masuk ke Liang Kubur, Ilmu yang berguna akan terus mengalir tidak terputus sebagai Pahala meskipun yang memberi Ilmu sudah mati.

Jadi skor nya 3-0

Kesimpulannya adalah Memberi Ilmu berkali2 lipat lebih berharga daripada memberi uang.

Menurut Anda?

Ada Tambahan atau bahkan Sanggahan?

www.rianodwipermana.blogspot.com

Cerita dari Kopdar Lingkar LOA...mas Agus

Dear Allz...

Sudah lihat kan foto waktu kopdar Lingkar LOA ? Ini memang komunitas aneh...hehehe...Sama anehnya juga dengan komunitas Indonesia NLP...hahaha...ya, iyalah...kalo nggak aneh, mana mungkin bisa ngumpul. Biasanya yang suka ngumpul begini ya, mesti punya keanehan dulu...Punya rasa ingin tahu yang berlebihan...dan inilah dia hasilnya...

Oya...aku nggak mau cerita banyak tentang Kopdar LOA ini...Aku posting aja email-email dari temen-temenku tentang kopdar ini, yaaa ?

Salah satu di antaranya adalah cerita dari Mas Agus...nanti ada lagi cerita yang lain...Pokoknya semua bakal membayangkan gimana berkesannya acara itu....

Salam LOA...

Ietje



From: IETJE SRI UMIYATI GUNTUR
Sent: Tuesday, April 01, 2008 6:17 PM
To: 'Agos Tino'
Cc: Ietje Guntur
Subject: RE: Cerita seru mas Agus...

Hehehe….

Thanks sama-sama mas Agus…

Coba tanya kepada diri sendiri : Kenapa harus malu menulis ?

Orang malu untuk memulai, karena langsung melihat ’tulisan yang sudah jadi’. Padahal tulisan yang sudah jadi itu editingnya bisa sampai berpuluh-puluh kali. Orang lain tidak lihat prosesnya, tapi hanya lihat hasilnya. Jadi, jangan membandingkan ’tulisan mentah’ (raw writing) dengan tulisan yang sudah final dan terpublikasi.

Satu kunci, kenapa tulisan mas Agus ini ’hidup’ sekali...karena mas Agus menceritakannya dengan ’hati’....dengan perasaan penuh. Dan berkelimpahan.

Teruslah menulis lagi mas Agus. Apa saja. Disiplinkan diri. Tulis apa saja. Entah satu kalimat, entah dua kalimat. Setiap minggu. Kalau Cuma dapat judulnya, ya mulai dari judul saja. Kalau dapat kalimat yang menarik, ya mulai dari kalimat menarik. Apa saja di sekitar kita bisa jadi tulisan. Soal si Mr. Deden itu menarik bangeeet. Jadikan tulisan motivasi. Bagaimana seorang Deden berani memajukan dirinya.

Saya saat ini sedang mengedit tulisan saya, tentang bagaimana orang harus menaklukkan situasi kerjanya yang baru ( atau lama). Ini dari hasil ngobrol dengan teman di perjalanan...pas lagi naik KRL bareng...dan satu lagi dari temen yang curhat dotcom sampai poanjaaang bangetttt....Jadi, apa pun di sekitar kita adalah inspirasi. Hanya perlu ’pori-pori’ dan ’hati’ yang terbuka. Soal kalimat sih tinggal dilatih saja.

Oya...kalau mau latihan menulis, sering-sering baca novel populer. Baca Harry Potter. Baca cerita Winnetou atau Kara Ben Nemsi. Terjemahannya bagus banget. Setelah terbiasa menulis, seperti curhat dotcom itu, nanti gampang kalau mau menulis yang lain.

Saya justru sedang merubah gaya tulisan. Dari yang tadinya serius dan ilmiah banget, menjadi yang santai dan mudah dicerna. Ternyata suliiiit banget. Tapi hasilnya, saya jadi terbawa suasana hati yang ceria kalau menulis santai. Berbeda kalau menulis karya tulis ilmiah...wajah jadi berkerut-kerut seperti taplak kusut...ha ha ha...

Ngomong-ngomong...mau tahu guru saya siapa ? Stephen Covey dan anaknya...yang menulis Seven Habits. Gaya tulisannya yang santai...sangat menginspirasi saya. Sudah nggak jamannya lagi sekarang menulis motivasi dengan cara menggurui.

Saat ini saya sedang merintis tulisan ’Psikologi Transportasi’. Tapi kemudian saya pikir-pikir lagi...ngapain pusing-pusing amat nulis ilmiah. Mendingan tulisan populer, tapi berguna...hehehe...Hanya saja, kalau tulisan populer umurnya pendek. Sedangkan tulisan saya nanti pengennya jadi acuan kuliah dan jadi buku teks. Soalnya sampai saat ini belum ada orang yang menulis buku Psikologi Transportasi dari sisi konsumennya. Padahal yang sehari-hari mempergunakan sarana transportasi adalah kita-kita ini. Etika saya ngomong di kampus, nyaris tidak ada yang mendukung...(biarin aja). Tapi ketika saya ngomong dengan teman dari Dephub...dia semangat banget. Doakan saja, supaya saya dapat ’sponsor’ dari pihak transportasi....LOA lagiiiiii.....

Eeeeh....kenapa saya jadi nulis panjang lebar begini yaaa ? hihihi...jadi asyiiiik deh. Udah aaaah....mo beres-beres meja dulu...udah magrib...mo sholat dulu...trus go home....

CU in the next meeting…orrrrrrr….di lahan maya ini….

Salam hangat,

Ietje


From: Agos Tino [mailto:agostinossss@yahoo.com]
Sent: Tuesday, April 01, 2008 4:56 PM
To: IETJE
SRI UMIYATI GUNTUR
Subject: Re: Cerita seru mas Agus...

Selamat sore ibu Ietje,

Duh seneng banget deh dapat komen dari ibu yang baik hati ini,

Jujur aja bu ya, saya dulu paling rajin baca tulisannya bu Ietje di TCI,

cuma sebatas baca aja, kayanya enak dibaca runut, mengalir terus sampai endingnya

Ini tulisan pertama saya di milis, sebelumnya nggak pernah nulis, masih malu.

Trus masih binmgung untuk membuat alur cerita yang runut itu, nggak meloncat loncat.

Saya terinspirasi oleh mas Faiz yg jadi best seller itu, jadi kemarin coba nulis.

Agak kaget juga sih kok jadi panjang, awalnya saya pikir suma 3 paragraf.

Jadi sampai ketemu hari minggu besuk di acaranya pak Kris ya bu Ietje.

Salam

Agus

----- Original Message ----
From: IETJE SRI UMIYATI GUNTUR
To: lingkarLOA@yahoogroups.com; agostinossss@yahoo.com; Ietje Guntur
Sent: Tuesday, April 1, 2008 9:33:17 AM
Subject: Cerita seru mas Agus...

Dear mas Agus….

Hehehe….ceritanya seru bangeeet Mas. Terutama soal Bajaj itu...luar biasa.

Eeeh...kita ketemu melulu...barangkali karena LoA juga yaaaa ? Soalnya pas mau ikutan acara mas Ronny ini, selain udah kangen sama mas Ronny dan mbak Issa, juga kepengen ketemu seseorang yang ’akrab’ di mata. Eyalaaah...ketemu lagi sama mas Agus...setelah beberapa waktu lalu kita ketemuan. Tapi saya yakin...ini bukan ’kebetulan’. Ini pasti LoA beneran...hehe...Soalnya sudah diniatin siiiih....

Ternyata mas Agus ini diem-diem pinter cerita juga yaaa....Saya sampai terhipnotis juga baca ceritanya. Mungkin bener, Mas...seperti kata Deden ( yang naik motor nabrak portal itu), bahwa mas Agus sudah menerapkan hipnotis dalam kata-katanya....Keep writing Mas...pasti seru...

Salam hangat,

Ietje

Salam Kenal

Posted by: "Agos Tino" agostinossss@yahoo.com agostinossss

Sun Mar 30, 2008 10:06 pm (PDT)

Dear LoAers yang dashyatt,

Nama saya Sulistyo Agustinus, Nama kecil di keluarga saya Lis, di SMA Agus, di kuliah Tinus dan di kantor saya kembali Agus lagi.

Ijinkan saya untuk bergabung dengan rekan-rekan sekalian yang luar biasa,
Berawal dari acaranya mas Teddy di hari Sabtu di Hotel Sofyan Tebet tentang Self Masteri yang juga luar biasa, berlanjut ikut acara Lingkar LoA di Minang Blok M Plaza.

Sungguh kesan pertama yang membuat saya terpesona, dan langsung memutuskan untuk gabung dengan rekan-rekan sekalian. Sungguh kemarin saya merasakan energi yang luar biasa di tempat itu, rasanya begitu buka mata langsung terasa reang banget, maybe benar kata mas Ronny, couse we are the light.

Saya bertemu dengan Mas Ronny pertama kali waktu ikut seminar The secret yang di prakarsai oleh TCInya bro Henry, waktu itu bareng dengan Mas Eddy dan Mbak Annisah, berawal dari situ saya jadi mengerti tentang LoA dan in love with it. Cuma waktu itu kok belum di sebut milis Lingkar Loa ini ya? udah ada belum sih mas Ronny?

Sungguh kemarin saya merasakan sensasi yang luar biasa, Terima kasih mas Rony dan mBak Issa yang membagi ilmunya yang sangat luar biasa semoga Tuhan selalu melipat gandakan rejeki, kesehatan, kebahagian, kedamaian dan apapun yang Anda berdua inginkan. Amin

Testi saya:
1. 2 tahun yang lalu persisnya april 2006, saya ikut SEP Self Exploaration Program yang di adakan Diamond in You StC Senayan waktu itu. Berawal dari keingintahuan saya tentang Hipnosis, saya ikut Fundamental dengan Mas Wowik, advance/hypoterapy dengan Mas Kirdy, sama Pak Nurcholish, kemudian karena kelas saya waktu itu kompak dan energinya sudah menyatu maka dilanjutkan program SEP ini di puncak selama 3 hari 2 malam. Berangkat jumat pagi pulang minggu sore.
Jumat siang kita sampai di tujuan jam 2 siang mulai kegiatan dalam kelas dilakukan. sampai malam acara bener bener mengeluarkan semua amarah, kekecewaan kesediahn yag selama ini terpendam, jadi mulai jam 7 malam sampai jam 12 malam acara penuh dengan tagisan dan jeritan histeris dari masing masing peserta termasuk saya. setelah semua reda sekitar jam 1 malam mbak Annisah membimbinng kita untung self hipnosis, dan di akhir sesi setelah diaduk aduk perasaan kita semua dan di relaksasi kita di kasih kertas kosong dan kita semua disuruh membuat surat cinta kepada diri untuk setting goal kita, apa yang saya inginkan. salah satunya saya tulis saya punya Xenia warna merah type Sporty 1000cc. Setelah selesai surat dikumpulkan dan akan dikirimkan setahun kemudian.

Bulan mei Istri saya dapat pinjaman dari kantor untuk membeli Mobil sebesar 50 jt, kemudian saya masih bingung waktu itumau beli mobil bekas atau baru, Kijang atau Xenia, setelah 2 mingguan mencoba cari dealer akhirnya ada salah satu dealer Xenia yang datang kerumah, langsung booking dan sisanya dengan cicilan BCA dan awal Juni, Xenia merah itu udh ada di samping rumah saya, nggak bisa masuk rumah sih, abis masuk gang dikit. bisa kalau di paksaain dikit cuma agak beresiko baret.
Kata anak saya, papa sih kalau mau beli mobil beli dulu rumah yg ada garasinya dong. Lha kok??? makanya saya sekarang sedang me LoA rumah yang ada garasinya. Help me ya. Memang akhirnya dapat Xenia merah cuma typenya yang dibawahnya Plus, tapi CCnya yg lebih besar 1300CC. beti lah

Trus salah satu wish saya waktu itu saya ingin punya penghasilan 50 jt perbulan, You know, Xenia merah itu saya sewakan ke rekanan kantor saya orang Jepang untuk dipakai sehari hari perbulan kira kira 8 jtaan, ternyata kemudian ada temannya juga perlu mobil 1 lagi akhirnya dengan simpanan hasil Xenia Merah itu, saya ambil Kijang lagy, jadi 2 itu bulan agustus, tagihan per bulan jadi 16 jtaan, eh ternyata istri bos juga mau datang dan perlu mobil sendiri juga, akhirnya desember saya beli satu lagi APV jadi sekarang penghasilan dari ketiga mobil itu kira kira 35 jt perbulan. ditambah gaji ya mulai memdekati deh
Cuma sekarang gantian istri saya yang protes, pa mobil kita punya mobil nggak sih? abis mobil itu semua ada di apartemen masing penyewa orang jepang itu. cuma kalau dia nggak pakai baru kita pakai sabtu atau minggu, cuma kada males ambilnya abis di pondok indah sih.
Makanya sekarang lagi ngeLoA lagi si kecil maunya Alpard yang ada TVnya 4, pintunya bisa buka sendiri.

2. Kejadiannya simple banget sebelum Paskah kemarin istri belanja buku perlengkapan Paskah di TB Imanuel Tambak, dia sendiri, trus anak saya bilang ma jemput mama yuk? saya kaya sudah sampai rumah malas keluar lagi. Akhirnya dia pulang naik Bajaj, sampai depan rumah dia teriak Nanny saya Bajaj, Bajaj. Saya kira cuma minta tolong ambil barang ternyata barang, ternyata barang itu ketinggalan di bajaj, jadi Nanny saya itu lari ngejar Bajaj itu, krn buru buru masa dia pakai sepatu saya, ya nggak bisa lari. Istri saya ikut ngejar juga akhirnya pakai ojek buat ngejar juga, but fail. Akibatnya orang serumah kena omelan istri saya, Nanny di omelin kenapa nggak cepet-cepet karena waktu itu Bajajnya masih kelihatan katanya, saya juga diomelin kenapa ada ribut ribut nggak keluar. Nggak ada awarenes katanya.
Harganya sekitar 300 rban, masalahnya buku itu yg terakhir nggak ada lagi di sana.
So finnally dia ajak saya naik motor CARI SI BaJAJ itu. Bayangkan malam malam cari bajaj yang nggak tahu pangkalannya di mana, ya demi sang istri saya ikutin juga menyusurin kampung melayu, tebet, pasarminggu sampai balik lagi ke tambak manggarai, salemba sampai jam 10 malam. But dalam perjalanan ke tebet saya sempat meLoA saya bayangkan ketemu di jalan si bajaj itu, cuma kayanya nggak effisien deh jadi mulai di manggarai saya bayangkan sopir baja itu datang ketuk pintu pagar dan antar barang istri saya di terima Nanny saya. Trus sambil senyum Nanny saya bilang terima kasih pak ya.
By theway, anyway, busway, setelah lelah mencari si Bajay itu istri saya minta pulang, pa pulang aja deh capek, sambil cedih, marah capek semua campur aduk abir besuknya mau dipakai.
Akhirnya sampai di depan pagar Nanny keluar, Sambil senyum Om barangnya udh dianter sama sopir Bajaj!!!!,
Wowww what a miracle, ternyata sopir bajaj itu juga nggak tahu kalau ada barang yg ketinggalan, untungnya pengguna bajaj setelah istri saya itu yg bilang dan antar balik lagi ke tempat semula, untungnya d tempat istri saya turun itu ada tukang nasi goreng langganan. beitu dia tanya ke penjual nasi goreng itu yg antar ke rumah. Puji Tuhan

3. yang ini agak aneh, please kasih Comen untuk yg ini.
Kantor saya punya 4 driver, salah satunya yang paling muda namanya Deny, karena bos bule saya juga namanya sama digantilah panggilannya jadi Deden, kacian yah
Suatu hari (Jumat) Deden ini mengantar saya ke customer di sunter trus waktu di belokan dia bukannya injak rem tapi malah injak gas trus saya tanya
Saya: Kok injak gas sih bukannya rem,?
Deden: Iya pak sama kaya naik motor kalau tikungan itu lebih enak injak gas dari pada injak Rem
Saya: Lho Kok???@@@ bahaya khan
Deden: nggak pak aman kok saya khan suka ngebut
Saya: Awas lho NABRAK kamu nanti
Deden: Lah bapak kok malah nympahi saya
Saya: bukan gitu, resiko orang ngebut khan nabrak
Deden: iya saya tahu tapi karena bapak udh belajar supranatural (maksudnya dia tahu saya sedang belajar hipnosis dan di mind dia itu mistik) maka bapak hati hati kalau ngomong.
Saya: ya udah maaf deh, tapi hati hati ya kalau naik motor jangan ngebut.
End od the convesation
Seninnya Deden nggak masuk kantor karena hari sabtu pagi nabrak portal dan dapat 12 jahita, dan nggak masuk 1 minggu. motornya rusak berat.

Ya Tuhan Maafkan saya, saya jadi ingat kata kata mas Ronny kemarin, sama seperti kita bilang MALING ke muka orang.
Maafkan saya juga Pak Deden, tapi beliaunya sudah resign dari kantor saya karena "Memajukan Diri" melanjutkan kuliah dan hidup lebih baik sekarang.

Ya jadi banyak banget nulisnya
Mohon dimaafkan kalau tulisannya kacau balau tidak seenak tulisannya para pakar disini.

Best Regards

Agus

Hari istimewa dengan LOA....


Ini adalah hari istimewa dengan sahabat-sahabatku di Lingkar LOA (Law of Attraction).

Hari Minggu, 30 Maret 2008. Kami ngumpul kopdar di Resto Minang Blok M Plaza. Acaranya seru abiiiiiss....Apalagi saat itu dipandu oleh Mbak Issa, yang dengan penuh semangat menjelaskan mengenai metoda TLT (Timeline Therapy) untuk mengubah emosi negatif menjadi positif.

Belum cukup itu, masih ada mas Ronny yang juga memberikan tips-tips cara me-LOA agar suatu keinginan itu dapat berhasil.

Salah satu yang berkesan dalam kopdar itu adalah penyadaran diri bahwa kita adalah cahaya. Mbak Issa bolak-balik bilang..."U are the light..."...

Nggak usah diceritakan dulu gimana hebohnya acara itu...Lihat saja foto ini...hmmm...kalau bisa tampil centil seperti itu, pasti dong rame yaaa....

Thanks buat mbak Issa yang memberikan energi luar biasa untuk kopdar ini...thanks buat mas Ronny yang ternyata entertainer juga...thanks buat mbak Henny yang semangat empat lima menguber-uber peserta dan berbagi pengalaman LOA-nya...thanks buat mas Danny Pane yang imut-imut...dan berbagi pengalaman LOA juga...Thanks buat semua-muanya....

Ntar ada cerita sendiri soal pengalaman di Kopdar ini...dari temen-temenku....

Cheeeerrrssss....

Ietje