Rabu, 02 April 2008

Di Muara Angke...


Ini adalah fotoku di Muara Angke...Di kawasan Suaka Margasatwa. Mungkin tak banyak orang yang tahu, bahwa di dalam pemukiman perumahan mewah Pantai Indah Kapuk, terselip sebuah oasis kehidupan bagi burung-burung liar.

Suaka Margasatwa Muara Angke ini mungkin merupakan pertahanan terakhir kawasan bakau di pesisir pantai utara Jakarta. Di kawasan inilah bermuara seluruh sungai yang mengalir di Jakarta.

Aku sih suka pantai...Tapi kalau melihat pantai utara Jakarta ini jadi pengen nangis rasanya. Isinya lautan sampah...

Gimana coba Jakarta nggak banjir melulu, kalau lobang pengeluarannya di muara sana sempit banget. Kayak orang upilan gitu....tersumbat mlulu....

Mumpung kawasan ini masih ada...mumpung di tempat ini diberi fasilitas untuk jalan-jalan di atas rawa, aku jadi pengen nampang deh di sini. Biasa...kalau lagi kumat narsisnya...di mana pun pasti bergaya...

Mana tahu nanti kalau kawasan ini sudah tertutup oleh bangunan megah seperti di sekitarnya....jadi aku punya kenang-kenangan indah di sini....

Cheeeerrrrrsss....

Ietje

Selasa, 01 April 2008

Cerita tentang Ilmu VS Uang....dari Profec

Hari ini aku tergelitik baca sebuah email...dari seorang teman di Milis Profec...tentang Ilmu dan Uang....hehehe...bisa banget tuuuh manas-manasin...Jadinya, ya aku jawab ajalah....sesuai dengan daya tangkapku....

Inilah dia posting tentang Ilmu Vs Uang itu...Mana tau khan ada gunanya...

Cheerss...

Ietje



From: IETJE SRI UMIYATI GUNTUR
Sent: Wednesday, April 02, 2008 9:42 AM
To: TheProfec@yahoogroups.com
Subject: RE: [PROFEC] Ilmu VS Uang

Hehehe…asyiiiik niiiih….

Buat saya, uang perlu buat beli kolam sama anak ikan (nener) sama makanan buat ikannya….Trus anak ikannya dipelihara…jadi ikan besar…Abis itu ikannya dipancing...dijual ke pasar...dapat uang ! Buat beli nener lagi…gitu terus…

Beli kolam, kalau nggak pakai ilmu…nanti salah ukuran atau salah kolam (yang dibeli malah kolam renang). Beli nener kalau nggak pakai ilmu, nanti dibohongi sama tukang jual ikan, malah dikasih nener ikan hiu. Beli pancing juga, kalau nggak biasa mancing nanti dikasih joran sama mata pancing yang beda ukuran. Memelihara ikan juga kalau nggak pake ilmu dan makanan / pellet yang dibeli , ya ntar ikannya mati juga…

Ada ilmu dalam uang...Ada uang dalam ilmu...

Kita lahir juga kalau di Jakarta mesti pakai uang...Bidan kan nggak bisa dibayar pakai dongeng...apalagi dokter !

Wuuussshhhhhh.....

Ietje


From: TheProfec@yahoogroups.com [mailto:TheProfec@yahoogroups.com] On Behalf Of Akmal Amir
Sent: Wednesday, April 02, 2008 9:58 AM
To: TheProfec@yahoogroups.com
Subject: Re: [PROFEC] Ilmu VS Uang

Menurut saya sih

*Jika uang yang diterima dihabiskan untuk menimba ilmu, maka ilmunya bisa jadi banyak

*Jika uang yang diterima dibelikan untuk pancing, maka dapat mancing ikan

Kesimpulannya, segalanya memang tergantung pada kita.

salam.....

----- Original Message -----

Sent: Wednesday, April 02, 2008 12:18 AM

Subject: [PROFEC] Ilmu VS Uang

Menurut anda Ilmu bila ditandingkan head to head dengan Uang
mana yang lebih unggul?

Menurut saya sih

* Memberi Uang bisa habis, sedangkan Ilmu tidak akan hilang
* Memberi Uang adalah seperti hanya memberikan ikan, memberi Ilmu sama dengan memberikan pancing.
* Memberi banyak Ilmu bisa dibuat mendapatkan Uang sebanyak-banyaknya, memberi banyak uang membuat orang Malas mendapatkan Ilmu sebanyak-banyaknya
* Uang tidak akan dibawa masuk ke Liang Kubur, Ilmu yang berguna akan terus mengalir tidak terputus sebagai Pahala meskipun yang memberi Ilmu sudah mati.

Jadi skor nya 3-0

Kesimpulannya adalah Memberi Ilmu berkali2 lipat lebih berharga daripada memberi uang.

Menurut Anda?

Ada Tambahan atau bahkan Sanggahan?

www.rianodwipermana.blogspot.com

Cerita dari Kopdar Lingkar LOA...mas Agus

Dear Allz...

Sudah lihat kan foto waktu kopdar Lingkar LOA ? Ini memang komunitas aneh...hehehe...Sama anehnya juga dengan komunitas Indonesia NLP...hahaha...ya, iyalah...kalo nggak aneh, mana mungkin bisa ngumpul. Biasanya yang suka ngumpul begini ya, mesti punya keanehan dulu...Punya rasa ingin tahu yang berlebihan...dan inilah dia hasilnya...

Oya...aku nggak mau cerita banyak tentang Kopdar LOA ini...Aku posting aja email-email dari temen-temenku tentang kopdar ini, yaaa ?

Salah satu di antaranya adalah cerita dari Mas Agus...nanti ada lagi cerita yang lain...Pokoknya semua bakal membayangkan gimana berkesannya acara itu....

Salam LOA...

Ietje



From: IETJE SRI UMIYATI GUNTUR
Sent: Tuesday, April 01, 2008 6:17 PM
To: 'Agos Tino'
Cc: Ietje Guntur
Subject: RE: Cerita seru mas Agus...

Hehehe….

Thanks sama-sama mas Agus…

Coba tanya kepada diri sendiri : Kenapa harus malu menulis ?

Orang malu untuk memulai, karena langsung melihat ’tulisan yang sudah jadi’. Padahal tulisan yang sudah jadi itu editingnya bisa sampai berpuluh-puluh kali. Orang lain tidak lihat prosesnya, tapi hanya lihat hasilnya. Jadi, jangan membandingkan ’tulisan mentah’ (raw writing) dengan tulisan yang sudah final dan terpublikasi.

Satu kunci, kenapa tulisan mas Agus ini ’hidup’ sekali...karena mas Agus menceritakannya dengan ’hati’....dengan perasaan penuh. Dan berkelimpahan.

Teruslah menulis lagi mas Agus. Apa saja. Disiplinkan diri. Tulis apa saja. Entah satu kalimat, entah dua kalimat. Setiap minggu. Kalau Cuma dapat judulnya, ya mulai dari judul saja. Kalau dapat kalimat yang menarik, ya mulai dari kalimat menarik. Apa saja di sekitar kita bisa jadi tulisan. Soal si Mr. Deden itu menarik bangeeet. Jadikan tulisan motivasi. Bagaimana seorang Deden berani memajukan dirinya.

Saya saat ini sedang mengedit tulisan saya, tentang bagaimana orang harus menaklukkan situasi kerjanya yang baru ( atau lama). Ini dari hasil ngobrol dengan teman di perjalanan...pas lagi naik KRL bareng...dan satu lagi dari temen yang curhat dotcom sampai poanjaaang bangetttt....Jadi, apa pun di sekitar kita adalah inspirasi. Hanya perlu ’pori-pori’ dan ’hati’ yang terbuka. Soal kalimat sih tinggal dilatih saja.

Oya...kalau mau latihan menulis, sering-sering baca novel populer. Baca Harry Potter. Baca cerita Winnetou atau Kara Ben Nemsi. Terjemahannya bagus banget. Setelah terbiasa menulis, seperti curhat dotcom itu, nanti gampang kalau mau menulis yang lain.

Saya justru sedang merubah gaya tulisan. Dari yang tadinya serius dan ilmiah banget, menjadi yang santai dan mudah dicerna. Ternyata suliiiit banget. Tapi hasilnya, saya jadi terbawa suasana hati yang ceria kalau menulis santai. Berbeda kalau menulis karya tulis ilmiah...wajah jadi berkerut-kerut seperti taplak kusut...ha ha ha...

Ngomong-ngomong...mau tahu guru saya siapa ? Stephen Covey dan anaknya...yang menulis Seven Habits. Gaya tulisannya yang santai...sangat menginspirasi saya. Sudah nggak jamannya lagi sekarang menulis motivasi dengan cara menggurui.

Saat ini saya sedang merintis tulisan ’Psikologi Transportasi’. Tapi kemudian saya pikir-pikir lagi...ngapain pusing-pusing amat nulis ilmiah. Mendingan tulisan populer, tapi berguna...hehehe...Hanya saja, kalau tulisan populer umurnya pendek. Sedangkan tulisan saya nanti pengennya jadi acuan kuliah dan jadi buku teks. Soalnya sampai saat ini belum ada orang yang menulis buku Psikologi Transportasi dari sisi konsumennya. Padahal yang sehari-hari mempergunakan sarana transportasi adalah kita-kita ini. Etika saya ngomong di kampus, nyaris tidak ada yang mendukung...(biarin aja). Tapi ketika saya ngomong dengan teman dari Dephub...dia semangat banget. Doakan saja, supaya saya dapat ’sponsor’ dari pihak transportasi....LOA lagiiiiii.....

Eeeeh....kenapa saya jadi nulis panjang lebar begini yaaa ? hihihi...jadi asyiiiik deh. Udah aaaah....mo beres-beres meja dulu...udah magrib...mo sholat dulu...trus go home....

CU in the next meeting…orrrrrrr….di lahan maya ini….

Salam hangat,

Ietje


From: Agos Tino [mailto:agostinossss@yahoo.com]
Sent: Tuesday, April 01, 2008 4:56 PM
To: IETJE
SRI UMIYATI GUNTUR
Subject: Re: Cerita seru mas Agus...

Selamat sore ibu Ietje,

Duh seneng banget deh dapat komen dari ibu yang baik hati ini,

Jujur aja bu ya, saya dulu paling rajin baca tulisannya bu Ietje di TCI,

cuma sebatas baca aja, kayanya enak dibaca runut, mengalir terus sampai endingnya

Ini tulisan pertama saya di milis, sebelumnya nggak pernah nulis, masih malu.

Trus masih binmgung untuk membuat alur cerita yang runut itu, nggak meloncat loncat.

Saya terinspirasi oleh mas Faiz yg jadi best seller itu, jadi kemarin coba nulis.

Agak kaget juga sih kok jadi panjang, awalnya saya pikir suma 3 paragraf.

Jadi sampai ketemu hari minggu besuk di acaranya pak Kris ya bu Ietje.

Salam

Agus

----- Original Message ----
From: IETJE SRI UMIYATI GUNTUR
To: lingkarLOA@yahoogroups.com; agostinossss@yahoo.com; Ietje Guntur
Sent: Tuesday, April 1, 2008 9:33:17 AM
Subject: Cerita seru mas Agus...

Dear mas Agus….

Hehehe….ceritanya seru bangeeet Mas. Terutama soal Bajaj itu...luar biasa.

Eeeh...kita ketemu melulu...barangkali karena LoA juga yaaaa ? Soalnya pas mau ikutan acara mas Ronny ini, selain udah kangen sama mas Ronny dan mbak Issa, juga kepengen ketemu seseorang yang ’akrab’ di mata. Eyalaaah...ketemu lagi sama mas Agus...setelah beberapa waktu lalu kita ketemuan. Tapi saya yakin...ini bukan ’kebetulan’. Ini pasti LoA beneran...hehe...Soalnya sudah diniatin siiiih....

Ternyata mas Agus ini diem-diem pinter cerita juga yaaa....Saya sampai terhipnotis juga baca ceritanya. Mungkin bener, Mas...seperti kata Deden ( yang naik motor nabrak portal itu), bahwa mas Agus sudah menerapkan hipnotis dalam kata-katanya....Keep writing Mas...pasti seru...

Salam hangat,

Ietje

Salam Kenal

Posted by: "Agos Tino" agostinossss@yahoo.com agostinossss

Sun Mar 30, 2008 10:06 pm (PDT)

Dear LoAers yang dashyatt,

Nama saya Sulistyo Agustinus, Nama kecil di keluarga saya Lis, di SMA Agus, di kuliah Tinus dan di kantor saya kembali Agus lagi.

Ijinkan saya untuk bergabung dengan rekan-rekan sekalian yang luar biasa,
Berawal dari acaranya mas Teddy di hari Sabtu di Hotel Sofyan Tebet tentang Self Masteri yang juga luar biasa, berlanjut ikut acara Lingkar LoA di Minang Blok M Plaza.

Sungguh kesan pertama yang membuat saya terpesona, dan langsung memutuskan untuk gabung dengan rekan-rekan sekalian. Sungguh kemarin saya merasakan energi yang luar biasa di tempat itu, rasanya begitu buka mata langsung terasa reang banget, maybe benar kata mas Ronny, couse we are the light.

Saya bertemu dengan Mas Ronny pertama kali waktu ikut seminar The secret yang di prakarsai oleh TCInya bro Henry, waktu itu bareng dengan Mas Eddy dan Mbak Annisah, berawal dari situ saya jadi mengerti tentang LoA dan in love with it. Cuma waktu itu kok belum di sebut milis Lingkar Loa ini ya? udah ada belum sih mas Ronny?

Sungguh kemarin saya merasakan sensasi yang luar biasa, Terima kasih mas Rony dan mBak Issa yang membagi ilmunya yang sangat luar biasa semoga Tuhan selalu melipat gandakan rejeki, kesehatan, kebahagian, kedamaian dan apapun yang Anda berdua inginkan. Amin

Testi saya:
1. 2 tahun yang lalu persisnya april 2006, saya ikut SEP Self Exploaration Program yang di adakan Diamond in You StC Senayan waktu itu. Berawal dari keingintahuan saya tentang Hipnosis, saya ikut Fundamental dengan Mas Wowik, advance/hypoterapy dengan Mas Kirdy, sama Pak Nurcholish, kemudian karena kelas saya waktu itu kompak dan energinya sudah menyatu maka dilanjutkan program SEP ini di puncak selama 3 hari 2 malam. Berangkat jumat pagi pulang minggu sore.
Jumat siang kita sampai di tujuan jam 2 siang mulai kegiatan dalam kelas dilakukan. sampai malam acara bener bener mengeluarkan semua amarah, kekecewaan kesediahn yag selama ini terpendam, jadi mulai jam 7 malam sampai jam 12 malam acara penuh dengan tagisan dan jeritan histeris dari masing masing peserta termasuk saya. setelah semua reda sekitar jam 1 malam mbak Annisah membimbinng kita untung self hipnosis, dan di akhir sesi setelah diaduk aduk perasaan kita semua dan di relaksasi kita di kasih kertas kosong dan kita semua disuruh membuat surat cinta kepada diri untuk setting goal kita, apa yang saya inginkan. salah satunya saya tulis saya punya Xenia warna merah type Sporty 1000cc. Setelah selesai surat dikumpulkan dan akan dikirimkan setahun kemudian.

Bulan mei Istri saya dapat pinjaman dari kantor untuk membeli Mobil sebesar 50 jt, kemudian saya masih bingung waktu itumau beli mobil bekas atau baru, Kijang atau Xenia, setelah 2 mingguan mencoba cari dealer akhirnya ada salah satu dealer Xenia yang datang kerumah, langsung booking dan sisanya dengan cicilan BCA dan awal Juni, Xenia merah itu udh ada di samping rumah saya, nggak bisa masuk rumah sih, abis masuk gang dikit. bisa kalau di paksaain dikit cuma agak beresiko baret.
Kata anak saya, papa sih kalau mau beli mobil beli dulu rumah yg ada garasinya dong. Lha kok??? makanya saya sekarang sedang me LoA rumah yang ada garasinya. Help me ya. Memang akhirnya dapat Xenia merah cuma typenya yang dibawahnya Plus, tapi CCnya yg lebih besar 1300CC. beti lah

Trus salah satu wish saya waktu itu saya ingin punya penghasilan 50 jt perbulan, You know, Xenia merah itu saya sewakan ke rekanan kantor saya orang Jepang untuk dipakai sehari hari perbulan kira kira 8 jtaan, ternyata kemudian ada temannya juga perlu mobil 1 lagi akhirnya dengan simpanan hasil Xenia Merah itu, saya ambil Kijang lagy, jadi 2 itu bulan agustus, tagihan per bulan jadi 16 jtaan, eh ternyata istri bos juga mau datang dan perlu mobil sendiri juga, akhirnya desember saya beli satu lagi APV jadi sekarang penghasilan dari ketiga mobil itu kira kira 35 jt perbulan. ditambah gaji ya mulai memdekati deh
Cuma sekarang gantian istri saya yang protes, pa mobil kita punya mobil nggak sih? abis mobil itu semua ada di apartemen masing penyewa orang jepang itu. cuma kalau dia nggak pakai baru kita pakai sabtu atau minggu, cuma kada males ambilnya abis di pondok indah sih.
Makanya sekarang lagi ngeLoA lagi si kecil maunya Alpard yang ada TVnya 4, pintunya bisa buka sendiri.

2. Kejadiannya simple banget sebelum Paskah kemarin istri belanja buku perlengkapan Paskah di TB Imanuel Tambak, dia sendiri, trus anak saya bilang ma jemput mama yuk? saya kaya sudah sampai rumah malas keluar lagi. Akhirnya dia pulang naik Bajaj, sampai depan rumah dia teriak Nanny saya Bajaj, Bajaj. Saya kira cuma minta tolong ambil barang ternyata barang, ternyata barang itu ketinggalan di bajaj, jadi Nanny saya itu lari ngejar Bajaj itu, krn buru buru masa dia pakai sepatu saya, ya nggak bisa lari. Istri saya ikut ngejar juga akhirnya pakai ojek buat ngejar juga, but fail. Akibatnya orang serumah kena omelan istri saya, Nanny di omelin kenapa nggak cepet-cepet karena waktu itu Bajajnya masih kelihatan katanya, saya juga diomelin kenapa ada ribut ribut nggak keluar. Nggak ada awarenes katanya.
Harganya sekitar 300 rban, masalahnya buku itu yg terakhir nggak ada lagi di sana.
So finnally dia ajak saya naik motor CARI SI BaJAJ itu. Bayangkan malam malam cari bajaj yang nggak tahu pangkalannya di mana, ya demi sang istri saya ikutin juga menyusurin kampung melayu, tebet, pasarminggu sampai balik lagi ke tambak manggarai, salemba sampai jam 10 malam. But dalam perjalanan ke tebet saya sempat meLoA saya bayangkan ketemu di jalan si bajaj itu, cuma kayanya nggak effisien deh jadi mulai di manggarai saya bayangkan sopir baja itu datang ketuk pintu pagar dan antar barang istri saya di terima Nanny saya. Trus sambil senyum Nanny saya bilang terima kasih pak ya.
By theway, anyway, busway, setelah lelah mencari si Bajay itu istri saya minta pulang, pa pulang aja deh capek, sambil cedih, marah capek semua campur aduk abir besuknya mau dipakai.
Akhirnya sampai di depan pagar Nanny keluar, Sambil senyum Om barangnya udh dianter sama sopir Bajaj!!!!,
Wowww what a miracle, ternyata sopir bajaj itu juga nggak tahu kalau ada barang yg ketinggalan, untungnya pengguna bajaj setelah istri saya itu yg bilang dan antar balik lagi ke tempat semula, untungnya d tempat istri saya turun itu ada tukang nasi goreng langganan. beitu dia tanya ke penjual nasi goreng itu yg antar ke rumah. Puji Tuhan

3. yang ini agak aneh, please kasih Comen untuk yg ini.
Kantor saya punya 4 driver, salah satunya yang paling muda namanya Deny, karena bos bule saya juga namanya sama digantilah panggilannya jadi Deden, kacian yah
Suatu hari (Jumat) Deden ini mengantar saya ke customer di sunter trus waktu di belokan dia bukannya injak rem tapi malah injak gas trus saya tanya
Saya: Kok injak gas sih bukannya rem,?
Deden: Iya pak sama kaya naik motor kalau tikungan itu lebih enak injak gas dari pada injak Rem
Saya: Lho Kok???@@@ bahaya khan
Deden: nggak pak aman kok saya khan suka ngebut
Saya: Awas lho NABRAK kamu nanti
Deden: Lah bapak kok malah nympahi saya
Saya: bukan gitu, resiko orang ngebut khan nabrak
Deden: iya saya tahu tapi karena bapak udh belajar supranatural (maksudnya dia tahu saya sedang belajar hipnosis dan di mind dia itu mistik) maka bapak hati hati kalau ngomong.
Saya: ya udah maaf deh, tapi hati hati ya kalau naik motor jangan ngebut.
End od the convesation
Seninnya Deden nggak masuk kantor karena hari sabtu pagi nabrak portal dan dapat 12 jahita, dan nggak masuk 1 minggu. motornya rusak berat.

Ya Tuhan Maafkan saya, saya jadi ingat kata kata mas Ronny kemarin, sama seperti kita bilang MALING ke muka orang.
Maafkan saya juga Pak Deden, tapi beliaunya sudah resign dari kantor saya karena "Memajukan Diri" melanjutkan kuliah dan hidup lebih baik sekarang.

Ya jadi banyak banget nulisnya
Mohon dimaafkan kalau tulisannya kacau balau tidak seenak tulisannya para pakar disini.

Best Regards

Agus

Hari istimewa dengan LOA....


Ini adalah hari istimewa dengan sahabat-sahabatku di Lingkar LOA (Law of Attraction).

Hari Minggu, 30 Maret 2008. Kami ngumpul kopdar di Resto Minang Blok M Plaza. Acaranya seru abiiiiiss....Apalagi saat itu dipandu oleh Mbak Issa, yang dengan penuh semangat menjelaskan mengenai metoda TLT (Timeline Therapy) untuk mengubah emosi negatif menjadi positif.

Belum cukup itu, masih ada mas Ronny yang juga memberikan tips-tips cara me-LOA agar suatu keinginan itu dapat berhasil.

Salah satu yang berkesan dalam kopdar itu adalah penyadaran diri bahwa kita adalah cahaya. Mbak Issa bolak-balik bilang..."U are the light..."...

Nggak usah diceritakan dulu gimana hebohnya acara itu...Lihat saja foto ini...hmmm...kalau bisa tampil centil seperti itu, pasti dong rame yaaa....

Thanks buat mbak Issa yang memberikan energi luar biasa untuk kopdar ini...thanks buat mas Ronny yang ternyata entertainer juga...thanks buat mbak Henny yang semangat empat lima menguber-uber peserta dan berbagi pengalaman LOA-nya...thanks buat mas Danny Pane yang imut-imut...dan berbagi pengalaman LOA juga...Thanks buat semua-muanya....

Ntar ada cerita sendiri soal pengalaman di Kopdar ini...dari temen-temenku....

Cheeeerrrssss....

Ietje

Rabu, 06 Februari 2008

Dua bulan

DUA BULAN....

Hari ini...dua bulan dari batas waktu yang pernah ada
Hari ini...dua bulan dari jejak langkah yang pernah terpeta

Hari ini...enampuluh hari merentang di antara kita
Tanpa sapa
Tanpa tanya
Tanpa maya

Hari ini...
Langit masih kelabu tak berbatas
Hujan masih merintik silih berganti
Panas masih mengharap menyisih awan

Hari ini...
Adakah asa yang bertanya...
Atau kita biarkan
Semua menghablur hilang
Dan terlontar jauh
Tanpa sepotong kata...


Jakarta, 7 Februari 2008

Untuk sebuah tanya yang pernah ada....


Ietje

When I fall in love.....

Ketika aku jatuh cinta...

Iiih...kayaknya kok sok mellow banget , ya ? Tapi emangnya kenapa kalau aku jatuh cinta ? Emangnya dilarang sama undang-undang ? Jatuh cinta...ya jatuh sajalah...Ntar kan jatuh bangun rasanya...Bener lhooo....

Dalam hidupku yang udah nggak bisa dibilang pendek ini, kayaknya aku udah beberapa kali deh jatuh cinta. Ya, jatuh cinta beneran sampai sakit badan...juga jatuh cinta sungguhan sampai sakit jiwa...Gimana gak sakit badan, kalo gara-gara mikirin cinta sampe lupa makan dan kelaparan. Itu menyiksa banget rasanya. Perut keruyukan. Sakit maag kambuh. Jantung gak normal. Paru-paru kurang oksigen. Kadang-kadang terjangkit demam juga...

Selain itu jatuh cinta kan katanya ada hubugan sama emosi...sama perasaan. Nah, perasaan kan ada hubungannya sama badan juga. Nah, kalo jatuh cintaku lagi kumat...alamakkk...bukan cuma badan yang jadi nggak karuan...eeeh...pikiran juga jadi nggak fokus dan kadang melayang entah kemana...Bisa lagi duduk di sini...pikiran ada di atas gunung...di tengah laut...hiikss...Orang becanda kitanya ketawa garing karena nggak nyambung...

Jatuh cinta kadang memang menyebalkan. Kadang bikin merana dan sengsara juga. Tapi sering juga ada bagusnya...Jatuh cinta itu bikin kreatif...hehehe...

Jaman SMA ketika masih jatuh cinta sama a lovely boy...waduuuh...itu namanya semangat ke sekolah jadi luar biasa. Kalo bisa...bedug subuh juga semangat berangkat ke sekolah. Biar bisa duluan ngeliat 'si dia'. Begitu ajalah...selama bertahun-tahun jadi energiser...hahaha...

Bagusnya lagi...prestasi jadi meningkat karena 'malu ati' sama si dia kalo ketahuan bego and bodohnya. Belajar juga jadi semangat empat lima. Apalagi kalo tahu nih si dia bakal datang... waaah....pura-pura rajin deeeh...(biarpun sebenarnya udah rajin bangettt...)...

Lama juga urusan cinta latent itu kambuh dan datang...sampai akhirnya bosan sendiri. Maklum aja cinta sama realisasi jauh banget...hiks hiks hiks...

Akhirnya...nyoba-nyoba lagi deh pasang antena tinggi, biar siaran dan jangkauannya gampang diterima. Dan bener aja...beberapa kali juga ada pedekate...walaupun kadang frekuensinya gak sama. Memang siiiih...ternyata cinta itu gak bisa direkayasa. Kadang kita udah pasang antena setinggi langit...eeeh...yang nyamperin malah gelombang AM...hahaha...tapi kalo asyik dan nyambung...kenapa nggak ?

Yang aku gak habis pikir...kenapa, ya kita mesti jatuh cinta sama seseorang yang kadang kita nggak pengen untuk menjatuhi atau dijatuhi ? Kenapa sih kita nggak jatuh cinta pada orang yang tepat ? Kok seringkali melesetnya lebih banyak dari pada tepatnya ?

Aku jadi mikir-mikir...sebetulnya cinta itu apa sih ? Apa cinta itu sama dengan separuh nyawa atau separuh jiwa ? Apakah cinta itu ada hubungannya dengan soulmate ?

Pusing mikirin...aku mendingan menikmati saja...apa adanya ! Kadang kesamber...kadang kesambet...kadang disamber...kadang disambet...he he he...

Cuma tetap jadi tanda tanya...
Kapan aku jatuh cinta...


Sayang,

Ietje

Minggu, 27 Januari 2008

Ulang tahun sepanjang usia....

Art-Living Sos 2008 (A-1

Start : 1/27/2008 3:06 PM

Finihs : 1/27/2008 9:54 PM

SEPANJANG USIA….

“Panjang umurnya…panjang umurnya…panjang umurnya…serta muliaaa….”

Itu adalah potongan lagu standar ulang tahun yang selalu kita nyanyikan ketika seseorang, atau kita sendiri berulang tahun. Dari kecil…sampai remaja…dan berlanjut sampai saat ini…kita selalu berdoa semoga diberi umur yang panjang.

Umur…Apakah artinya ?

Umur yang panjang…umur yang pendek…apakah maknanya ?

*

Ketika masih kecil, saya suka sekali berulang tahun. Kalau boleh ulang tahun setiap bulan kayaknya asyik juga. Bagi seorang anak, ulang tahun hanya bermakna satu. Makan-makan atau pesta yang extra-ordinary…Itu bagi yang terbiasa memperingati dan merayakannya bersama keluarga. Bagi yang tidak biasa memperingati atau merayakannya, ulang tahun hanya diketahui ketika pendaftaran di sekolah. Atau ketika mengurus surat-surat kependudukan yang membutuhkan data pribadi termasuk data kelahiran.

Ulang tahun bagi saya selalu menggembirakan. Selain ada makanan khusus yang pasti disediakan oleh ibu saya, kadang-kadang itu juga pertanda bahwa saya sudah bertambah umur dan sudah boleh sekolah. Soalnya dulu tuh saya udah pengen sekolah…terutama sekolah TK yang di dekat rumah, yang ada perosotan sama ayunannya. Tapi kata ibu saya, ntar aja…tunggu kalau sudah ulang tahun. Nah, itulah gunanya ulang tahun…biar bisa sekolah.

Ngomong-ngomong soal ulang tahun, ada beberapa hari ulang tahun cukup berkesan buat saya. Yang saya ingat, ketika ulang tahun kelima. Di sekolah Taman Kanak-kanak. Ini saya ingat banget, karena ini adalah pesta ulang tahun saya yang pertama kali dirayakan di sekolah. Ulang tahun barengan teman saya. Namanya Ashari. Duuuh…ingat, ya ? Soalnya anaknya baik, dan setelah kita melanjutkan ke SD, saya masih suka ketemu sama dia…hehehe…

Ulang tahun lain yang saya ingat lagi adalah yang ke sepuluh. Ini pas ulang tahun, pas lebaran. Dan sedihnya, saya lagi nggak bisa kumpul sama orangtua. Ayah dan ibu saya tugas di kota Padang Sidempuan, sedangkan saya dan adik saya berdua sekolah di Medan. Saya sedih banget. Tapi bangga juga. Karena hari itu saya pakai rok baru, warnanya biru kotak-kotak. Dan itu adalah pakaian yang pertama kali saya jahit sendiri. Huaaah…hebat khan ? Masih umur 10 tahun, tapi sudah bisa jahit baju sendiri. Bukan hanya itu. Roknya juga saya sulam pakai sulaman tusuk silang. Bayangkan…bagaimana saya bisa betah menyulam…sementara kaki saya sudah ‘gatel’ sekali pengen berlari-lari. Tapi demi baju ulang tahun…saya tabahkan diri untuk terus tekun menjahit dan menyulam…hmmm…

Masih ada lagi ulang tahun yang berkesan. Yaitu ulang tahun yang keduabelas. Berkesan karena pada saat itu saya demam…panas sekali. Tidak ada pesta ulang tahun. Tidak ada teman-teman yang datang berkunjung. Saya terkapar manis di tempat tidur di rumah Eyang saya selama beberapa hari. Dan hadiahnya saya mendapat sebuah buku cerita dari tante saya. Judulnya Panji Semirang. Waaah…seru banget. Ulang tahun, sakit, dapat buku. Jadi lupa deh dengan penyakitnya…

Urusan ulang tahun masih berlanjut.

Sekarang saya sudah masuk umur remaja. Kali ini ulang tahun yang ketigabelas. Saya baru masuk kelas satu SMP. Huaaah…telat banget, ya ? Maklum…jaman itu ada pergeseran waktu kenaikan kelas. Jadi saya rugi waktu setengah tahun perpanjangan masa sekolah. Tapi mau dibilang apa lagi ? Itu peraturan pemerintah saat itu…Jadilah…umur saya pun sudah cukup ‘matang’ untuk jadi remaja…Kenapa saya ingat ulang tahun ini ? Lagi-lagi ada kejutan buat saya. Teman-teman SD saya, yang sekarang beda sekolah dengan saya datang ke rumah…(Saya memang sempat mogok sekolah, dan akhirnya terpaksa dimasukkan ke SMP yang masih buka pendaftaran tambahan…hehe). Saya kaget bukan kepalang, karena tidak ada persiapan sama sekali. Akhirnya kami nongkrong saja di halaman rumah saya sambil minum sirup dan makan biskuit seadanya…hiks hiks hiks…

Setelah itu saya tidak lagi merayakan ulang tahun, karena selalu jatuh pada saat liburan sekolah atau apalah. Saya lupa. Pokoknya tidak ada acara khusus ataupun pesta ulang tahun. Baru kemudian ketika saya berulang tahun ke enambelas, ada kejadian yang membuat hidup saya berbunga-bunga.

Pada hari ulang tahun saya, kebetulan itu adalah hari pertama masuk SMA. Dan saat itu saya melihat seorang cowok yang cuteeeee…banget. Saya terbengong beberapa detik. Menatapnya dengan penuh takjub. Lalu jantung saya ikutan berdebar tidak karuan. Dalam sekejap dunia saya serasa begitu indah. Rasa-rasanya sih saya jatuh cinta beneran. Mungkin itu yang disebut ‘cinta pada pandangan pertama’…hehehe…Tapi hanya sampai di situ. Saya nggak pernah jadian sama cowok itu. Kami bahkan nyaris tidak pernah saling bersapa . Baru setelah beberapa waktu akhirnya kami bisa berteman biasa.

Nah…ada lagi ulang tahun yang berkesan. Yang ke delapan belas. Nah…ini yang hebat. Bukan yang ketujuh belas. Soalnya yang ketujuhbelas sih biasa saja, buat saya. Memang sih ada acara makan bersama dengan keluarga. Tapi teman-teman saya tidak ada yang khusus. Seseorang yang dekat dengan saya pun biasa-biasa saja, kalau tidak mau disebut menyebalkan. Jadilah…ulang tahun ketujuhbelas tidak dimasukkan ke dalam daftar khusus…hmmm…

Pada saat ulang tahun ke delapan belas, kebetulan jatuh di hari Minggu. Sehari sebelumnya seorang teman dengan iseng menulis di papan tulis di kelas. “Besok datang, ya beramai-ramai , ke rumah si Sri…( itu nama resmi saya di sekolah).. Ada makan-makan!”…(sampai hari ini saya tidak tahu siapa yang iseng begitu). Kebetulan hari Minggu itu adalah jadwal saya latihan main bola dengan teman-teman. Sepulang latihan, teman saya bilang bahwa nanti siang mereka mau main ke rumah. Wadduuuh…saya sudah tahu tabiat teman sekelas saya yang pasti akan mengajak teman lainnya. Jadi saya harus menyiapkan makanan ekstra, paling tidak untuk 40 orang anak remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan ! Bakal rusuh nih kalau tidak diladeni, karena sudah semacam takdir bahwa saya termasuk ‘seleb’ juga di kelas..he he he…

Betul saja…pada jam makan siang teman-teman saya sudah datang. Dan bukan hanya teman sekelas. Mereka datang dengan gang masing-masing. Untung saja ibu saya sudah biasa menghadapi gerombolan seperti itu. Biasanya ibu saya memang menyediakan stok bahan makanan lebih banyak terutama kalau akhir minggu…(Oya…ibu saya punya usaha catering kecil-kecilan…hi hi hi). Jadi dalam sekejap, ibu saya sudah dapat menyiapkan makanan untuk begitu banyak orang…Hmmm…alhamdulillah !

Setelah ulangtahun ke delapan belas, saya pergi merantau ke Bandung. Saya pikir, sudahlah…stop dengan segala acara peringatan ulang tahun. Lagi pula, mau merayakannya dengan siapa ? Ternyata saya salah. Budhe dan Pakdhe saya , tempat saya tinggal, malah sering banget mengadakan acara selamatan ulang tahun di rumah. Hampir setiap bulan ada saja acara peringatan ulang tahun. Selain ulang tahun budhe dan pakdhe saya, sepupu dan keponakan saya juga ada seabreg-abreg. Walaupun hanya dirayakan dengan sederhana, kadang hanya nasi kuning dan ayam goreng…tapi peringatan itu sendiri merupakan acara tradisi yang mengakrabkan kami. Dan membuat saya rindu pulang ke rumah.

Ada satu hari peringatan ulang tahun saya yang berkesan di rumah budhe saya, yaitu ulang tahun keduapuluh dua. Pada hari itu adik saya yang kuliah di Bogor datang ke Bandung, dan khusus membuatkan saya tart ulang tahun. Itu adalah tart ulang tahun saya yang pertama setelah bertahun-tahun merantau dari Medan. Hari itu saudara-saudara, teman-teman kuliah, teman SMA, teman SMP yang kebetulan melanjutkan kuliah di Bandung datang ke rumah. Kami ngumpul dan ngobrol sambil menyantap hidangan yang istimewa . Pokoknya seru dan meriah. Saya malah dapat kado lucu-lucu, yang tidak pernah terpikir oleh saya. Salah satu diantaranya adalah sebuah radio dari budhe saya, yang kemudian menjadi teman saya belajar selama bertahun-tahun kuliah di Bandung.

*

Waktu berlalu. Saya tidak lagi merayakan hari ulang tahun saya secara khusus. Ulang tahun keduapuluh dua itu adalah titik balik kehidupan saya. Setelah itu waktu berjalan lambat. Dan saya nyaris tidak sempat berpikir…apakah masih ada satu tahun lagi untuk saya memperingati ataupun merayakannya.

Saya mulai serius menghadapi hidup. Mulai berpikir tentang karier. Mulai berpikir tentang masa depan. Dan begitulah…tiba-tiba semua berjalan di luar rencana. Di luar skenario. Saya hanya bisa bergulir. Mengikuti air dan angin.

Tiba-tiba saja saya sudah menikah. Sudah memiliki anak. Dan sudah memiliki karier yagn berjalan seperti air. Kadang lancar. Kadang tersendat. Saya tidak lagi melihat ulang tahun sebagai sebuah perayaan, tapi lebih sebagai peringatan. Sebagai prasasti untuk membuat perenungan.

Lalu tibalah usia , yang kata orang merupakan ‘awal kehidupan’. Empat puluh tahun. Huuuh…sungguh mengerikan ! Kenapa sih orang harus menyebutnya sebagai awal kehidupan ? Jadi selama ini, apa yang sudah kita dilakukan ?

Saya menapaki umur empat puluh tahun dengan harap-harap cemas. Dan ternyata…empat puluh sama saja dengan umur tiga puluh. Malah dalam beberapa hal, saya lebih sehat dan lebih bahagia di usia kepala empat ini.

Empat puluh, memang seperti pagar. Atau selokan. Sekali kita berhasil melaluinya dengan penuh percaya diri…maka tahun-tahun yang berjalan di depannya pun dapat kita lalui dengan penuh percaya diri pula. Itulah yang saya rasakan.

Sejak itu, saya selalu menunggu datangnya hari. Menyambut datangnya minggu dan bulan dengan penuh harap. Menunggu tahun berikutnya datang menjelang. Melihat ke belakang…dengan penuh rasa syukur. Menatap ke depan dengan penuh semangat dan rasa penasaran…Apalagi yang akan terjadi ?

Hari ini…waktu yang panjang sudah menjadi bagian hidup saya. Jalan yang panjang dan berliku sudah menjadi bagian dari seluruh upacara ulang tahun saya. Tapi setiap kali, selalu ada kejadian yang patut dikenang…ada yang lucu…ada yang tragis…Ada hadiah yang nyata secara fisik, tapi ada hadiah berupa rasa persahabatan yang teruji oleh waktu. Itulah hadiah-hadiah ulang tahun saya sepanjang waktu…Teman, sahabat, saudara…keluarga… Cinta…kasih…kesehatan…kebahagiaan…

Sungguh semuanya tidak ternilai. Sungguh…semua hari yang telah saya lalui sangat sarat dengan makna. Sungguh semua ulang tahun penuh dengan peringatan dan merupakan hadiah bagi kehidupan saya…

Hari ini saya bersyukur…karena masih dapat melihat ke masa lalu…dan menuliskan semua perasaan saya mengenai hari ulang tahun…

Jakarta, 27 Januari 2008

Ietje